Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad Peduli Salurkan 500 Paket Bantuan bagi Korban Gempa di Sigi, Libatkan Tim Medis dan Relawan Mahasiswa

badge-check


					Drs. Samsumarlin, M.Si. Memberikan Bantuan Sembako Untad Peduli Kepada Warga Kabupaten Sigi Yang Terdampak Gempa. (Foto: Istimewa) Perbesar

Drs. Samsumarlin, M.Si. Memberikan Bantuan Sembako Untad Peduli Kepada Warga Kabupaten Sigi Yang Terdampak Gempa. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Sigi, Universitas Tadulako (Untad) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi melalui program UNTAD Peduli. Sebanyak 500 paket bantuan disalurkan secara bertahap kepada warga di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki sebagai bentuk solidaritas sivitas akademika terhadap korban bencana gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 lalu.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Untad juga menerjunkan tim relawan yang terdiri atas tenaga medis, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni untuk memberikan pelayanan kesehatan, pendampingan, sekaligus membantu proses distribusi bantuan langsung kepada masyarakat di desa-desa terdampak.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Untad, Prof. Dr. M. Rusydi H., M.Si., selaku Ketua Tim Untad Peduli, mengatakan aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Universitas Tadulako terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa tanggap darurat bencana.

Baca Juga:
DWP Untad Gelar Buka Puasa Bersama, Salurkan Santunan untuk Korban Bencana di Sumatera

Menurutnya, sejak awal pihak universitas telah menyiapkan seluruh aspek pelaksanaan, mulai dari pengumpulan bantuan, koordinasi lapangan, hingga pendistribusian logistik agar seluruh bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan yang dihimpun dari keluarga besar Universitas Tadulako dapat tersalurkan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat terdampak. Semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang ingin terus kami bangun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Drs. Samsumarlin, M.Si., menjelaskan bahwa gerakan Untad Peduli merupakan inisiatif Rektor Universitas Tadulako yang mengajak seluruh sivitas akademika berpartisipasi dalam penggalangan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa di Kabupaten Sigi.

Sebelum proses penyaluran dilakukan, tim terlebih dahulu melaksanakan asesmen lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak masyarakat.

“Tim yang dikoordinasikan oleh Kepala Pusat Studi Mitigasi Bencana Untad, Dr. Rustan Effendi, M.Si., telah lebih dahulu turun ke lokasi untuk berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Tengah sekaligus melakukan pendataan kebutuhan masyarakat. Hasil asesmen itulah yang menjadi dasar penyaluran bantuan sehingga tepat sasaran,” jelas Samsumarlin.

Pada tahap pertama, Untad Peduli menyalurkan sekitar 250 paket bantuan kepada warga di sejumlah desa di Kecamatan Palolo. Selanjutnya, sebanyak 250 paket bantuan kembali didistribusikan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Nokilalaki.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, Universitas Tadulako juga mengerahkan tim kesehatan yang terdiri atas dokter dan perawat, serta mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk Tim Bantuan Medis (TBM) AXIS Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus membantu distribusi bantuan hingga ke tingkat dusun.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

Baca Juga:
Untad Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp366 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika menunjukkan bahwa Untad tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata saat masyarakat menghadapi situasi darurat.

“Kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan nilai yang terus kami bangun di Universitas Tadulako. Kami berharap kehadiran Untad Peduli dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi penguat semangat bagi warga untuk bangkit pascabencana,” kata Rektor.

Program Untad Peduli sendiri merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Universitas Tadulako dalam misi kemanusiaan. Sebelumnya, universitas ini juga aktif menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Masamba, Mamuju, serta bencana banjir dan longsor di Sumatera pada akhir 2025. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan